AIR

Ciri-cirinya air :


(1) SIFATnya (mengalir ke bawah) sebagai bukti rasa rendah diri di hadapan Alloh. Dalam urusan vertikal smakin tunduk rendah kepadaNya. Dalam urusan horisontal semakin peduli kepada yang lemah.

Bersyukur bukanlah sebatas memujiNya karena telah memberi kita, tetapi lebih dikarenakan telah memberi apa yg kita tidak pantas menerimanya. Ingat : sifatnya air selalu merasa rendah.



(2) BENTUKnya (mengikuti tempat / wadahnya) sebagai bukti rasa ridho ditempatkan oleh Alloh dalam keadaan apapun.

Berprasangka baiklah kepada Alloh, mungkin kita dialirkan ke tempat musibah untuk mendapatkan kelebihan karunia dan kebesaran dari Alloh, yg tidak bisa kita dapatkan pada saat puasa dan sholat, sebab, rasa ikhlas kita untuk berpuasa dan sholat mungkin masih kurang dibanding rasa ikhlas kita untuk menjalani musibah, karena itulah Alloh mengalirkan kita ke pada jalan yg termudah untuk menuju sorga sesuai dengan kesanggupan kita, sanggup untuk sabar menghadapinya (tidak lari dari kenyataan) dan ridho menerimanya (tidakmengeluh). Barang siapa ridho tanpa batas, niscaya Alloh mengangkat derajatnya melampui batas.


Jika air dialirkan ke dalam GELAS, maka air harus memenuhi gelas, alias membentuk diri seperti gelas. Jika air dialirkan ke MANGKOK, maka air harus memenuhi mangkok, alias membentuk diri seperti mangkok. Itulah cirinya air yakni ridho ditempatkan kemanapun dan dibentuk jadi apapun, bahkan meluberkan diri keluar dari gelas / mangkok, sebagai wujud ridho tanpa batas gelas / mangkok, sehingga benda-benda yg disekitarnya merasa dapat tumpahan / tetesan / percikan kesegarannya.


 Jika air dialirkan ke mangkok ternyata air “tidak mau” membentuk mangkok, tapi tetap membentuk gelas, berarti ridhonya sebatas gelas, itu bukanlah ciri air.


 Jadi dimanapun kita ditempatkan oleh Alloh, bentuklah diri kita menjadi “rahmatan lil ‘alamin” yakni bermanfaat bagi mereka yg ada di sekitar kita. Karena pada hakekatnya Alloh yg memberi rahmat kepada mereka berwujud keberadaan kita.



(3) WARNAnya (bening / jernih alias tidak berwarna) sebagai bukti rasa ikhlash beramal ibadah yakni bersih dari syirik. SYIRIK yg paling samar adalah riya’ yakni ketika beramal tujuannya kepada manusia,

sedangkan RIYA’ yg paling samar yakni tidak beramal karena takut tertuju kepada manusia. Menemui Alloh dengan seluruh dosa-dosa, lebih dicintaiNya dibanding menemuiNya dengan seberkas kepura-puraan.

Air yg keruh dalam mangkok, jika ditumpahkan ke air yg jernih dalam kolam yg luas, maka unsur keruhnya jadi lenyap karena menyatu kepada kejernihan air kolam.


 Air yg jernih dalam mangkok, jika pura2 ditumpahkan, maka selamanya tidak sampai menyatu dengan kejernihan air kolam.


Air yang jernih bisa tembus dipandang. Jika kita jernih dalam menolong, maka orang tidaklah melihat kita, tetapi tembus melihat sifat Alloh Yang Maha Penolong. Jika kita menolong dengan tangan yg kotor, maka kotorannya akan membekas di badan mereka. Jika kita menolong dengan tidak ikhlas, berarti kita ingin mendaftarkan “warna kita” alias nama kita di hati mereka, padahal Alloh tidak suka ada nama yg menyaingiNya bersemayam di hati hambaNya.


Jika kita menolong dengan tangan yg bersih, maka tak ada bekas kotoran di badan mereka. Jika kita menolong dengan ikhlas, maka nama kita tidak terdaftar di hati mereka, karena memang kita adalah air yg “tidak berwarna”, agar hati mereka tetap dipenuhi nama Alloh.



Wallohu'alam,



Share on Google Plus

About fasya elsyahid