Corat-coret Tengah Malam

Eitss.. Jangan sampai dunia lain tau, Krisis ini melanda kita.. ini semua harus segera ditangani. Penyelamtan pun harus dilakukan, tidak ada kata lain selain bersatu padu lebih erat membangun dan mewujudkan cita2 lembaga dan dienul islam di kampus.

Tak bisa kita pungkiri dan kita sadari, kita terhimpun dalam lembaga ini karena satu rasa yaitu ukhwah islamiyah, semangat yang di ambil pun semangat cinta kepada Alloh dan Rosulnnya.

Potensi dimiliki sesungguhnya sangat berlimpah, namun terkadang mata kita terlarut pada salah satu, dan membiaskan potensi-potensi yang lainnya. Satu hal yang harus kita bangun adalah menyimpan sejenak sendi-sendi kepentingan, membangun rasa kepercayaan kepada orang lain, menjalin komunikasi yang baik, menumbuhkan rasa peduli dan membentuk rasa kekeluargaan.

Cukup kondisi sekarang ini menjadi cubitan kecil bagi kita untuk segera mengevaluasi dan memperbaikinya. Apa jadinya bila kita terlalu terlelap dalam kondisi nyaman dengan manaruh harapan kepada orang lain, sedangkan dirinya sendiri sadar akan tetapi tak hendak ingin segara berubah ?

Berpadulah dalam satu Ukhwah Islamiyah, meski sejatinya kita berbeda-beda. kita sadar setiap potensi yang ada memiliki falafah dan karakter yang beda. Dan lembaga inilah yang mampu memadukan dan mempersatukan itu semua dalam satu ukhwah membangun peradaban islam di kampus, khususnya membentuk diri sendiri menjadi muslim sejati.

kembali kepada melimpahnya potensi yang ada saat ini, semangat yang diambilpun sungguh melimpah. seringkali kita mendengar pekikan teriakan motto itu "Tandang ke gelanggang meski seorang"..."Yakin Usaha Sampai"..."Pikir,Dzikir, amal sholeh"..."muslim negarawan"..."khilafah islam adalah solusi"..dan masih banyak lagi.

Alangkah indah bila perbedaan itu menjadi satu dalam langkah yang selaras, seperti halnya motto yang pernah kita dengar, "satu tekad..satu tujuan..semakin amanah..menebar dakwah". bisa kita bayangkan indahnya kebersamaan dalam berlembaga ini.

kampus adalah salah miniatur lingkungan sekitar kita, bisa juga kita anggap sebagai miniatur kota atau mungkin negara. dan lembaga ini pun ikut serta menentukan nasib lingkungannya. jika diri sendirinya saja dalam kesulitan, hendak dikata apa nantinya tentang mimpi besar kita, namun kerikil kecil saja tak mampu kita langkahi.

Dan saat ini yang perlu kita bangun adalah rasa peduli dan persatuan. tidaklah hendak kita ramai-ramai berwacana. Menunjuk si ini dan si anu. Nanti harus begini dan begitu. beramai-ramai lah kita bersilaturahmi, berbincang-bincang dalam keterbukaan menentukan nasib diri, kita dan lembaga.

hentikan ketergantungan dan berlepas diri, "karena ada si ini dan si itu, karena begini dan begitu.". berwacana memang seru, merealisasikannya pun pasti seru...

jadi mau nunggu apa lagi ? bubar? atau mati? semuanya berawal diri kita sendiri, begitupun perubahan harus di mulai dari diri sendiri.

Malu lah kita Kepada alloh bila tak mampu merubah semua, apa lah dikata tentang janji Alloh akan mengganti kaum yang mundur dengan kaum yang kuat, kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya. Jadi siapalah diri kita jikalau begitu.
--------------------------------------------"__"---------------------------------------------

Bismillahi tawakkalna ‘alallah, lahaula wala quwwata illa billah!
"semoga Alloh membimbing kita kejalan yang benar manakala kita menyimpang, dan semoga alloh kiranya dapat memandaikan kita dalam memperjuangakan dien-Nya"
Share on Google Plus

About fasya elsyahid