Menulis Dengan Hati

Banyak orang bilang bahwa sekarang ini sya sering keliatan galau. Entah dari mana mereka menilai sya seperti itu. Teman-teman bilang ada sesuatu yang beda dengan status-status sya di Facebook, ataupun di twitter atau mungkin postingan sya di blog ini.


Sya kira, tak masalah sih mereka berkicau seperti itu. Galau ataupun tidak, itu tidak jadi masalah. Tulisan-tulisan tentang ungkapan hati tidak semua karena kegalauan. Bisa saja ini bagian dari pengenjawantahan apa yang ada dalam pikiran. Seperti halnya Habbiburohman El-Sirazy, mampu menulis novel Ayat-Ayat Cinta ketika hatinya sedang peka, karena sedang terbaring sakit, atau Helvi Tiana Rossa, penulis nasional, yang mengawali tulisannya dengan menulis tentang ungkapan-ungkapan hati untuk sang pujaan hati. Begitupun dengan Pipit Senja dengan menulis mampu menghilangkan rasa was-was akan penyakit dideritanya, kepekaan hati membuat dia menjadi seorang penulis besar.


Dan sya bukanlah mereka, namun sya mencoba belajar dari mereka tentang kepekaan hati dan menulis. Menulis dengan hati, itulah formula yang sya ambil dari kisah mereka. Disaat hati kita sedang terenyuh, baik suka maupun duka, sekiranya itulah momen yang tepat untuk menulis, dan sya ingin aplikasikan itu semua, meski tulisan-tulisan yang di buat seputar tentang pribadi.


Berbagi cerita tidaklah menjadi masalah kan? Selama itu masih di ambang kewajaran. Sya berpikir bahwa mengawali geliat menulis itu dengan hati, dan kedepannya haruslah menulis dengan ilmu. Kiranya tugas menulis dari dosen di kampus atau di training-training, merupakan suatu pebelajaran menulis dengan ilmu. Dan mengawali itu semua bermula dengan menulis apa kata hati, barulah kita menulis dengan ilmu, selain berbagi cerita nantinya, kita pun mampu berbagi tentang  ilmu.


>Berbagi kisah yang terkandung hikmah, berbagi ilmu yang penuh manfaat dan pengetahuan. Karena itu sya belajar menulis mengungkapkan isi hati. Membentuk kepekaan hati.


Terserah kata orang apa, sya hanya ingin menulis kata hati  dan menulis karena Allah.

Share on Google Plus

About fasya elsyahid