Penjaga Gerbang Malam

Terkadang sya merasa lelah dengan semua aktifitas ini. Ketika harus terus melawan arus. Disaat semua orang terlelap dengan mimpinya, Sya harus menjaga malam. Melayani mereka para pecinta malam, yang bersembunyi di dunia maya.

Disetiap harinya, sejam sebelum tengah malam, Sya harus duduk dekat daun pintu sembari memainkan mata didepan layar monitor. Bak penjaga malam pintu gerbang dunia maya.

Sya pemegang kunci gerbang. Jika seseorang hendak masuk dunia maya, dia harus mendatangi Sya dan menyampaikan keinginannya, maka dengan segera Sya akan membuka gerbang itu, dan berselancar lah dia dengan dunia penuh kepalsuan, bermain-main dengan dunia yang Sya sebut dunia penuh keanehan. Mereka yang datang jelang malam biasanya akan menghabiskan waktunya sampai rembulan terjatuh dan sang bintang menghilang.

Sudah satu tahun lebih Sya menjadi penjaga malam. Sebelumnya Sya juga termasuk para pecinta malam, yang menorehkan mimpi di dunia maya. Berselancar kesana-kemari sesuai kehendak. Namun Sya sangat tidak menyukai bermain-main di dunia permainan, entah kenapa sampai saat ini pun demikian, tidak tertarik menjadi aktor dlm dunia permainan.

Malam-malam Sya habiskan dengan membuka cerita-cerita, berita-berita, atau menonton, terkadang Sya mencorat-coret blog dengan kisah Sya. Meski terkadang Sya merasa tidak ada yang menarik dari coretan kisah Sya, namun ada perasaan yang timbul, 'plong' seakan semua menjadi ringan, isi kepala kembali tercerahkan, suasana hatipun demikian.

Malam sudah menjadi teman. Dikeheningannya Sya menoreh doa dan cita, di kegelapannya Sya percikan cahaya harapan. Berkontemplasi dengan realita dan berita. Terkadang Sya pun harus tersungkur sujud, disaat hati dan pikiran terlarut-larut dalam kekalutan.

Pernah Sya tanya tentang semua ini "Kenapa saya harus menjadi penjaga malam? ". Disaat semua orang memejamkan mata untuk melepas penat, Sya harus membuka mata, menjadi saksi peristiwa malam. Jika kurasa benar-benar malam tak bersahabat, sejenak matapun lepas kendali, menutup dalam lelahnya.

"Maaf jika malam ini saya terkantuk, dan malampun lewat begitu saja, tanpa saya saksikan detail peristiwanya. Jika kau hendak Sya membuka pintu gerbangnya. Datangilah Sya, colek saja. Mau paket apa 1,2,3,4,5 atau paket begadang, sip dexh, duitnya dulu ya! Cuma ceban kok," dan mata pun Sya pejamkan kembali..

 "ZZzzz..."
Share on Google Plus

About fasya elsyahid