Andai KNPI Subang Tidak Disubsidi Pemerintah

Akhir-akhir ini beberapa media lokal kabupaten Subang mewartakan berita tentang KNPI Subang. Salah satunya media online Tintahijau.com. Diceritakannya informasi seputar persiapan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Subang. Mulai dari kegaduhan dualisme panitia musda, munculnya sosok calon pemimpin KNPI sampai dengan komentar bupati subang tentang KNPI Subang.

Bagi kalangan pemuda aktifis organisasi nampaknya hal ini menjadi berita menarik, nama KNPI kembali muncul diranah publik. Entah, sebelumnya tidak semenggeliat kali ini. Sebagai organisasi satu-satunya tempat berhimpun organisasi kemasyarakatan pemudaan (OKP), KNPI masih menjadi daya tarikpemuda aktifis organisasi. Terbukti pada akhir-akhir ini, menjelang Musda, banyak OKP yang tengah sibuk berkonsolidasi dan bersosialisasi.

Syahwat beroganisasi seakan makin menggeliat. Jika diperhatikan, sepertinya ketertarikan OKP kepada KNPI hanya menjelang Musda, itupun mungkin karena untuk mengantarkan calon ketua yang didukungnya untuk menduduki kursi panas KNPI Subang. Lantas entah seperti apa KNPI dan OKP selanjutnya pasca Musda.

Secara fungsi, menurut AD/ART dalam salah satu point tertulis bahwa KNPI yaitu Sebagai wadah perekat kemajemukan pemuda Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan kemasyarakatan, berbangsa dan bernegara guna mempercepat usaha pencapaian tujuan nasional. Sebagai laboratorium kader pemuda Indonesia dalam rangka mengembangkan potensi insaniah pemuda yang berwawasan kebangsaan, mandiri dan betanggung jawab, guna terjaminnya proses regenerasi dan kesinambungan masa depan bangsa.

Dengan ber-KNPI, itu artinya para pemuda di kabupaten subang mampu bersatu dalam mengembangkan potensinya serta ikut serta dalam pembangunan daerah, sebagai mana tujuan KNPI itu sendiri yaitu terciptanya pemuda yang memiliki kemampuan intelektual, berakhlak mulia, dan memiliki keahlian profesional, dalam rangka menjamin kesinambungan Pembangunan Nasional.

Salah satu modal besar yangdimiliki pemuda adalah idealisme. Tan Malaka pernah mengatakan “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda”, tentunya dengan modal tersebut pemuda mampu melahirkan gagasan-gagasan, dan tindakan yang ideal dalam setiap peranannya. KNPI dengan peran pemudanya harus mampu menjawab tantangan jaman, sebagai organisasi yang bersinergis dengan pemerintah, KNPI harus ikut serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Gagasan apa yang akan diberikan kepada pemerintah, tindakan apa yang akan dilakukan pemuda ketika berhadapan dengan proses perubahan yang terjadi dikabupaten subang yang tengah dihadapkan dengan industrialisasi.

Ada pernyataan yang cukup menarik komentar bupati subang tentang KNPI Subang yang ditulis oleh tintahijau.com pada 16/11/2015. “…Pasalnya, setiap tahunnya KNPI ini mendapat kucuran dana APBD yang nominalnya tidak sedikit. "Kegiatan (KNPI) harus nampak, toh kita setiap tahunnya ada anggaran," jelas Ojang yang menjabat Ketua Dewan Penasehat KNPI Subang itu”.

Itu tandanya, KNPI setiap tahunnya mendapat jatah dari pemerintah untuk kelancaran program kegiatannya. Andaikan saja organisasi yang berlambang orang sedang memegang daun ini tidak disubsidi pemerintah, masih tertarikah OKP berhimpun didalamnya. Masih adakah syahwat untuk duduk di puncuk pimpinan KNPI.

Jika saja KNPI Subang tidak memiliki peranan penting dalam pembangunan di subang, dan hanya menjadi wadah untuk bancakan uang bansos, mending pemerintah tidak usah lagi memberi subsidi kepada KNPI atau malah ditiadakan saja KNPI di kabupaten Subang. Dan pemuda masih bisa berkiprah di OKP-nya masing-masing.

Andai saja KNPI tidak lagi disubsidi pemerintah, masih maukah ber-KNPI?

 

 

Fasya El-Syahid - Relawan Taman Baca Rumah Ilmu (TB-RI), Ketua Bidang Kaderisasi GPII Subang

*Tulisan ini sebelumnya telah di muat di media online Tintahijau.com
Share on Google Plus

About fasya elsyahid