Menjaga Bumi Menjaga Rumah

Tanggal 22 April, kita tengah memperingati hari Bumi sedunia. Wikipedia menuliskan sejarah asal mula lahirnya peringatan hari Bumi. Dituliskan dalam artikelnya, hari bumi bermula dari sebuah gerakan sadar akan lingkungan hidup di Amerika. Salah satu tokoh pernggeraknya adalah Gaylord Nelson, dia adalah seorang senator.


Di tahun 1970, tepatnya tanggal 22 April, gagasan Gaylord Nelson tentang isu-isu lingkungan mendapat sambutan dari lapisan masyarakat, merekapun akhirnya ikut serta turun ke jalan merayakan hari bumi. Sebuah majalah TIME menuliskan jumlah massa yang turun kejalan saat itu berjumlah hampir 20 juta orang. Nelson menyebutkan fenomena ini sebagai ledakan akar rumput yang sangat mencengangkan’ dimana : ” Masyarakat umum sungguh peduli dan Hari Bumi menjadi kesempatan pertama sehingga mereka benar-benar dapat berpartisipasi dalam suatu demonstrasi yang meluas secara nasional, dan dengan itu menyempaikan pesan yang serius dan mantap kepada para politisi untuk bangkit dan berbuat sesuatu “


Sampai saat ini, gerakan untuk menjaga lingkungan hidup senantiasa terus menggelora, terbukti sampai saat ini hampir setiap negara dunia ikut serta merayakan dan memperingati hari bumi sedunia. Para aktivis lingkungan bersatu padu bersama-sama menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan hidup untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan yang dilakukan oleh orang-orang yang rakus dan tidak bertanggung jawab.


sudah sejak dulu peringatan untuk menjaga lingkungan ini sudah ada, Nabi Muhammad melalui malaikat jibril mendapat wahyu dari Allah SWT tentang peringatan bagaimana memperlakuan bumi ini.


“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”  (Surat Al-Araf : 56)


Alloh SWT telah memberi peringatan kepada manusia agar menjaga kelestarian bumi, jangan sampai merusaknya hanya karena kerakusan untuk memenuhi sahwat dan nafsunya. Rahamat, keselamatan akan dirasakan jika kita senantiasa berbuat baik dan benar-benar menjaga bumi.


Memang terkadang ada sebagian manusia merasa dirinya tengah berbuat kebaikan padahal pada kenyataannya ia tengah membuat kerusakan di muka bumi. Dan hal ini sudah tertulis dalam kalam suci.


“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kalian merusak di muka bumi”, maka mereka berkata: “Sesungguhnya kami ini orang yang berbuat baik”. Ingatlah sesungguhnya mereka itu orang yang merusak, tapi mereka tidak menyadarinya.”. (Al-Baqarah: 11-12)


Kenapa bisa demikian? Merasa berbuat kebaikan padahal melakukan kerusakan. Ini dikarenakan dalam dirinya sudah tidak mampu menahan syahwat nafsunya dan telah tumbuh dalam dirinya sifat tamak dan rakus. Maka atas perbuatan itu turunlah sebuah musibah dan bencana.


Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan (dosa)mu sendiri,..” (Asy-Syuura:30).


Bagaimana cara kita menjaga bumi ini dari kerusakan yaitu menjalankan perintah-perintah Alloh SWT yang tertuang dalam Al-quran dan As-Sunah. Semangat yang diambil tidak terlepas dari dua wasiat yang telah nabi Muhammad turunkan kepada kita.


Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu yang memberi (kemaslahatan) hidup bagimu” (QS al-Anfaal:24)


Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS al-A’raaf:96)



Bumi sama dengan Rumah


Dalam bahasa Sunda, kata bumi itu makdsunya adalah rumah. Makna yang cukup relevan bagaimana kita seharunya menjaga bumi ini. Bumi ini adalah rumah kita, sudah sepantasnya kita yang diam dan tinggal di rumah, harus menjaga dan merawat rumah itu sendiri. Menjadikannya nyaman, asri dan indah. Apakah ada dalam benak kita yang tinggal di rumah ingin merusak rumah kita sendiri. Semua bayangan selalu mendambakan rumah yang indah dan nyaman.


Begitupun dengan bumi, perlu kita jaga kelestariannya. Lalu apa yang perlu dilakukan. Hal kecil yang bisa kita lakukan dalam menjaga bumi yaitu dimulai dari rumah kita sendiri, keluarga dan diri kita sendiri. Membangun kepribadian yang peduli terhadap lingkungan, menjaga kebersihan rumah, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak konsumtif.


Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri”. (Q.S. Ar-Ra’d:11)


Semua berangkat dimulai dari diri sendiri. Seperti hari ini ketika memperingati hari bumi sedunia, apa yang sudah dilakukan oleh diri kita untuk terlibat dalam menjaga bumi ini. Yang jelas jangan pernah melakukan kerusakan. Kita mulai dari kita sendiri yang serta dalam melakukan kemaksiatan diri, tidak melakukan kemaksiatan melawan hukum Alloh,


“Selamat memperingati Hari Bumi Sedunia”..






Share on Google Plus

About fasya elsyahid