Empati Warga Subang pada Korban Banjir Bandang

[caption id="attachment_889" align="alignleft" width="261"]cjg_-e3uuaazvdo Foto : www.Tintahijau.Com[/caption]

Hujan deras yang turun pada Minggu (22/5), menjadi sebuah bencana bagi warga kampung Sukamukti, desa Sukakerti, kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Banjir bandang telah meluluntakan perkampungan Sukamukti, air yang mengalir di Sungai Cihideung, menjadih air bah yang bercampur material kayu, batu dan lumpur yang kemudian menerjang pemukiman warga.

Bencana banjir bandang ini terjadi pada minggu malam (22/5/2016), dimana mayoritas  warga tengah berisitirahat dan tidur malam dalam rumah. Pada akhirnya mereka panik dan tidak berhasil menyelamatkan harta benda bahkan nyawa saat banjir bandang menghamtam perkampungan.

Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui situs resminya mengungkapkan, banjir bandang yang terjadi di kabupaten Subang ini telah menyebabkan 5 orang tewas, 6 orang luka berat, 2 orang luka ringan, dan 103 KK (388 jiwa) mengungsi.

BNPB pun telah menetapkan status tanggap darurat, penanganan bencana banjir bandang terus dilakukan selama tujuh hari kedepan, atau tepatnya sampai 29 Mei 2016. “Fokus utama selama tanggap darurat yaitu penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dan perbaikan darurat dari dampak banjir bandang” tulis BNPB dalam situs resmininya BNPB.go.id

Peristiwa ini membuat berbagai elemen masyarakat ikut serta menunjukan rasa empatinya. Media Tintahijau.com memberitakan tentang elemen masyarakat yang turun ke jalan untuk melakukan penggalangan dana sekaligus membangkitkan dan mengajak kepedulian warga untuk membantu korban bencana. Mereka, dari mulai Ormas Massal, Fans Group Band, Suporter Sepakbola, Group Facebook, dan elemen masyarakat lainnya, seperti Mahasiswa dan organisasi mahasiswnya. Bahkan perusahaan media Pasundan Ekpress pun ikut serta membuka Dompet Peduli Banjir Bandang.

Bencana yang terjadi sudah menjadi suratan takdir Sang Maha Kuasa, Musibah yang menimpa kepada kita adalah bagian dari ujian-Nya. Ia bisa diprediksikan  atau bahkan datangnya sangat tiba – tiba.

“Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak Diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (QS. Al-An’am 6 : 59)


Bencana ini adalah musibah bagi kita semua, dengan memilki rasa kemanusian tentunya bagi kita yang tidak menjadi korban bencana perlu menyikapinya dengan kepedulian yakni ikut serta menolong dan membantunya. Karena dengan menunjukan sikap empati dan peduli dengan dana, tenaga dan doa, itu adalah sebuah sikap menunjukan rasa syukur, bersyukur karena sadar kita masih diberi kesalamatan oleh-Nya.

Bagi korban bencana ini adalah sebuah ujian yang bisa menghapus dosa-dosanya. Jika seorang mukmin menerima musibah dengan penuh kesabaran, keimanan dan tawakal maka hal itu akan menjadi penghapus dosa-dosanya, bahkan bisa jadi musibah yang datang bertubi-tubi itu mengantarkan kita kepada Allah dalam keadaan tidak membawa dosa karena semua akan dihapuskan oleh Allah swt.

Karena bisa saja musibah yang Allah berikan adalah bentuk kasih sayang yang Allah berikan. “Akan terus menerus ujian menimpa mukmin dan mukminah yang menimpa jiwanya, anaknya dan hartanya hingga dia berjumpa Allah Ta’ala dalam keadaan tidak punya dosa” (H.R. Tirmidzi)

Dan Kami pasti akan Mengujimu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Innalillahi wa inna ilahi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat Tuhan-Nya, dan mereja itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. Al-Baqaroh 2 : 155-157)

 

Subang, 25 Mei 2016

Fasya Elsyahid

 

------

Referensi

www.tintahijau.com

www.arrahmah.com

www.bnpb.go.id
Share on Google Plus

About fasya elsyahid