Karakter ?

 

[caption id="attachment_854" align="alignleft" width="271"]Charakter Sumber : mentorcloud.com[/caption]

Seringkali kita mendengar istilah kata Karakter. Orang suka bilang “Kita harus berkarakter” atau “Ih dasar kamu tuch tidak berkarakter” Kata karakter memang terkadang ditunjukan untuk menegaskan akan kepribadian seseorang. Tapi apa sih karakter itu?

 

Menurut kamus umum bahasa Indonesia yang disusun Drs. Arif Santosa, M.Pd. Karakter itu adalah tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang daripada yang lain.


Didalam buku karangan Dr. Asep Zaenal Ausop, M. Ag. yang berjudul Islamic Character Building, dengan sederhana, ia menggambarkan tentang pengertian karakter. Menurut hakikatnya, karakter itu adalah kecenderungan hati (sikap, attitude) dalam mereaksi sesuatu serta prilakunya (behavior).


Sebagi contoh, Asep Zaenal Ausop menuliskan gambaran tentang karakter, seperti; bagaimana kecenderungan hati kita ketika menemukan handphone mahal milik orang lain yang tertinggal di ruang ATM. Apakah akan mengambilnya untuk dikembalikan kepada pemiliknya lewat satpam, atau kita ambil saja untuk dimiliki sendiri? contoh lain; seseorang mengatakan kepada kita “Dasar kampungan!” Bagaimana reaksi kita.


Kecenderungan hati (sikap, attitude) yang ditindaklanjuti oleh perbuatan (behavior) itulah yang disebut karakter. Dalam bahasa agama Islam, istilah karakter itu adalah akhlak. karakter baik disebut Akhlak al-karimah, karakter buruk disebut akhlak al-madzmumah.


Jadi dalam istilah karakter atau berkarakter itu terkandung dua makna, karakter baik atau karakter buruk. Maka kita perlu jeli ketika melihat atau membaca sebuah tema yang sering ada bertuliskan “Berkarakter” nah, apa yang dimaksud dalam kata tersebut. bisa jadi karakter baik atau karekter buruk. *_*


Pada dasarnya, karakter itu bukan bawaan, akan tetapi dibentuk. Ketika awal manusia lahir ke dunia dalam keadaan fitrah (suci) dan hanif (lurus). Seperti yang tertuang dalam Al-quran dan Hadist. Akan tetapi semua bisa berubah karena pengaruh kedua orang tuanya, lingkungan dan pendidikannya.


Karakter, menurut Asep Zaenal, dibentuk oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal. salah satunya pendidikan, baik pendidikan disekolah maupun diluar sekolah. Values (nilai) yang dianutnya baik nilai agama maupun nilai budaya setempat, tokoh idola, tradisi masyarakat, bahkan hukum dan undang-undang yang berlaku.


Bisa jadi, hal ini pun terjadi kepada orang dewasa. Lingkungan kerja atau teman pergaulannya bisa merubah karakter seseorang. Orang yang tadinya idealis bisa jadi terseret korupsi karena lingkungannya dipenuhi para koruptor.


Dalam membentuk atau merubah karakter seseorang, sekelompok orang bahkan bangsa, perlu dilakukan berbagai hal, antara lain; yaitu dengan Menanamkan nilai baru yang lebih dapat diyakini kebenarannya. dan dengan keteladan. Bagaimana bisa kita membangun karakter generasi bangsa sedangkan teladan yang dicekokin kepada anak bangsa adalah para pelaku maksiat, artis-artis dengan segala kehidupannya yang glamor, sensasional. Dan film-film yang depenuhi dengan kisah-kisah pengumbar hasrat sex, hawa nafsu dan amarah.



---




  • Ausop, Asep Zaenal. 2014. Islamic Character Building. Bandung; Salamadani

  • Santosa, Arif. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Mahkota Kita





Share on Google Plus

About fasya elsyahid