Bisik Berbisik Hati

komunikasiSeorang wartawan rekananku pernah mengingatkan bahwa tidak pernah habis bahan untuk menulis berita. Apapun itu bisa jadi bahan pemberitaan.

Untuk bisa mengangkat sesuatu jadi bahan berita menurutnya memang dibutuhkan penciuman panca indera yang tidak biasa. Dan hal itu perlu terlatih.

Hal-hal sepele dan biasa, ditangan orang terlatih bisa menjadi sebuah bahan berita atau informasi yang menarik untuk disebarkan.

Ia pun mencontohkan, bagi seorang blogger yang aktif menulis hal itu sudah menjadi biasa. Kehausannya untuk menulis bisa menjadi modal besar menjadi seorang jurnalis. Tinggal dibutuhkan latihan terampil memburu sumber berita, dibutuhkan mental yang kuat bisa memperjuangkan apa yang dicarinya.

Iapun memberikan saran, apapun yang ditulis hendaknya berlandas pada kata hati. Dan itulah pembelajaran yang menarik untuk bertahan terus menulis.

Begitupun dengan menulis berita, jika hati sudah lurus jujur dalam menulis, tentunya menulis beritapun akan menulis dengan sebuah kebenaran.

Bohong saja mengungkap dan mencurahkan tulisan, maka noda hitam tinta akan mengotori hati. Namun jika kelak ingin menggeluti dunia jurnalistik menurutnya perlu mendalami tentang keilmuannya. Maka kelak menuliskannya dengan ilmu. Setidaknya, ketika menulis masih jujur dalam mengungkap masalah dalam sebuah bingkai dan kaca mata elang.

Itulah nasehat darinya, dibisikan padaku yang tengah duduk sendiri di ruang tunggu.
Share on Google Plus

About fasya elsyahid