Mengolah Sampah ala SMPN 2 Subang

wawancaraSampah bila tidak  diatasi dengan baik dan benar, akan menjadi sebuah masalah. Suatu daerah bila tidak mampu mengelola sampah dengan baik, sudah dipastikan bagaimana semarautnya sampah di daerah itu. Apalagi jika ditambah dengan kurangnya kesadaran individu dalam menyikapi sampah.

Sampah ada bukan karena begitu saja, semua melalui proses panjang, berawal dari sesuatu yang bernilai dan berguna hingga pada akhirnya dianggap menjadi sesuatu yang tidak bermanfaat, dibuang dan menjadi sampah.

Ditangan orang-orang kreatif dan inovatif sampah masih dipandang bisa menjadi sesuatu yang bernilai dan berguna. Namun apalah artinya segelintir orang yang peduli terhadap sampah, jika sebagian besar hanya bersikap apatis pada sampah. Membuang sampah sembarangan dan tidak peduli akan lingkungan.

Bagi para pecinta lingkungan, sampah menjadi bahan renungan dan sebuah tenaga untuk terus berupaya untuk bisa mengelola dan mengendalikannya. Ia pun akan berusaha menyandarkan dan menyerukan kepada individu lainnya untuk bersama-sama mengelola sampah. Jangan karena sudah menjadi sampah, tidak peduli lagi bagaimana menyikapinya.

Pada akhir 2015, saya pernah bertemu dan berbincang-bincang dengan salah seorang guru yang juga menjadi aktifis lingkungan. Dia adalah Akhmad Solihin, guru di SMPN 2 Subang. Ia tidak pernah lelah untuk membangun kesadaran peduli lingkungan kepada anak didiknya dilingkungan sekolah. Hingga pada akhirnya ia pun membuat sebuah komunitas pelajar peduli lingkungan.

Banyak hal dan gerakan yang digalakan oleh komunitas ini, membangun kesadaran kolektif untuk mengelola sampah yang berada di lingkungan sekolah. Hingga tercetuslah sebuah gerakan mengelola sampah untuk investasi hijau.

Siswa-siswi di SMPN 2 subang diajak untuk tidak begitu saja membuang sampah hasil dari jajanannya. Siswa diarahkan untuk bisa memilah dan memilih sampah apa saja yang nantinya bisa digunakan dan diberdayakan untuk menjadi seseuatu yang bernilai.

Dengan gerakannya ini, Akhmad Solihin pada tahun 2015 dianugerahi penghargaan oleh gubernur Jawa Barat sebagai pendamping duta sanitasi. Karenannya, apa yang dilakukan oleh Akhmad Solihin beserta siswa didiknya saya dokumentasikan kedalam sebuah video.

Dalam video ini, ia memaparkan tentang bagaimana program mengelola sampah. Ingin tahu bagaimana mengeolah sampah menjadi Investasi hijau?  berikut video yang pernah saya buat dalam rangka memenuhi tugas kuliah, serta belajar menjadi seorang reporter. saya namai acara liputan ini dengan judul ‘Bincang-bincang Inspiratif’

https://www.youtube.com/watch?v=8_lJ1guKV0g
Share on Google Plus

About fasya elsyahid