Timbel Memadamkan Rasa Lapar yang Tengah Melanda


Ketika rasa lapar melanda, dirumah tidak ada nasi dan lauknya. Ketika perut mulai keroncongan, dirumah pun tidak ada makanan yang bisa dilahap.


Ketika rasa lapar semakin berkobar menggebu-gebu pertanda perut harus segara diisi makanan, maka salah satu makanan yang bisa memadamkan rasa lapar itu adalah nasi timbel.

Yups, nasi timbel. Nasi yang dibungkus dengan daun pisang, dipulen-pulen seekuran kepalan tangan. Nasi timbel, menjadi makanan alternatif yang bisa dimakan kapan saja, dimakan dengan lauk pauk seadanya, tahu, tempe, ikan, ataupun telur serta gorengan lainnya, dengan tambahan sambal dadakan menambah rasa nikmat di mulut.

Di kotaku, tukang nasi timbel bisa dikatakan mudah ditemukan, disetiap perempatan, di kantin-kantin instansi pemerintahan, di pasar-pasar, atau ditempat keramaian lainnya.

Pagi, siang ataupun malam, pedagang nasi timbel selalu ada. Beberapa tukang nasi timbel memiliki kekhasannya masing-masing, mulai dari lokasi dan tempat mangkalnya. Biasanya tukang timbel memiliki kekhasan makanannya, entah itu lauknya, nasinya dan juga racikan sambalnya.




Di setiap tukang nasi timbel, tentunya menu wajib yang selalu ada adalah tahu dan sambal. Setahu saya, dulu tukang timbel memang identek dengan tahu-nya. Namun semakin kesini, menu yang disajikan sudah semakin beragam. Dan hal inilah yang menjadi daya tarik bagi sebagian orang memilih makan nasi timbel.

Makan nasi timbel dan lauknya bisa disantap pada sarapan pagi, makan siang atau makan malam. Tapi memang enak makan nasi timbel masih hangat, lauknya masih panas, sambalnya terasa 'seuhah' / pedas dan minum tehnya pun masih panas. Pokoknya, makan jadi semakin mantap.

Jika makanannya sudah cocok di lidah maka bisa dipastikan bakal jadi langganannya. Selain itu, harganya pun sangat bersahabat dengan dompet, kita bisa pilih menu makanannya sesuai bajed yang diinginkan

Lapar-lapar, padamkanlah dengan nasi timbel. ^_^
Share on Google Plus

About fasya elsyahid