'Om Telolet Om' - 'Om Bom Om'



“Om Telolet Om” lagi ramai di tranding dunia. Aksi para bocah meminta pengumudi  Bus untuk membunyikan klakson telolet ini menjadi fenomena yang ramai diperbincangkan. Video-video aksi “Om Telolet Om” pun menjadi viral, bahkan dalam viral video pun aksi ini tidak lagi dilakukan oleh para bocah-bocah cilik namun para pemuda juga ikut memperaktektekan aksinya ini.

Tidak hanya kalangan umum saja, dalam video yang menjadi viral di media sosial pun para artis dan juga anggota kepolisian pun ada yang mengabadikan aksinya ini untuk memperagakan “Om Telolet Om”

Sebetulnya, viral “Om Telolet Om” ini beberapa bulan sebelumnya pernah ramai juga di lini maya, namun kini kembali ramai menjadi tranding, tidak hanya di Indonesia bahkan di luar negeri. 

Tapi hari ini ramainya “Om Telolet Om” juga diikuti dengan ramainya “Om Bom Om”  - berita lagi-lagi  tentang penangkapan para terduga pelaku teror bom.

Baru sepekan kemarin, negeri ini dihebohkan dengan penggerebakan penangkapan para pelaku teror bom di Bekasi. Media ramai-ramai memberitakan peristiwa ini dengan istilah ‘Bom Panci’. 

Pada Selasa (20/12) kemarin, di Bali juga pun geger dengan penemuan bom rakitan, yang berhasil dijinakan oleh tim Penjinak Bom Polda Bali. 

Kini, aparat pun tengah berhasil menembak para terduga pelaku teror di daerah Tangerang Selatan, Banten. Lagi-lagi bom diketemukan di lokasi penangkapan. Ceritera drama perburuan teroris ini pun menjadi ramai diperbincangkan. Media ramai-ramai meramu dan meracik cerita peristiwa tentang teror bom. 

Sungguh ini akhir tahun yang bakal  ramai dengan berita peristiwa bom, bisa dipastikan selama sepekan kedepan berita bom ini akan terus mewarnai pemberitaan di media cetak maupun elektronik. Digodog sedemikan rupa setidaknya untuk cipta kondisi menjelang hari Natal dan Tahun Baru 2017.

Sekedar beramsusi tanpa data dan fakta, menurut saya, kita tidak perlu aneh dengan pemberitaan selama ini, lagi – lagi tentang teroris. Lah, orang nomor 1 di kepolisianya adalah orang yang telah pakar dalam penanganan aksi terorisme. Jadi, ia sudah faham betul gerak-gerik para pelaku, sepertinya tali benangnya pun sudah dipegangnya, hanya cara kerjanya saja yang tidak langsung dibabad habis, hanya menunggu momen tepat, sekaligus melakukan cipta kondisi.

Menunggu laporan kabar “Om Bom om”, Sebelum bom dibunyikan para pelaku teror pun tinggal diciduknya, bahkan ditembaknya jika pelaku melawan.

Cukup di akhir tahun ini saja ramainya pemberitaan teror. Semoga jelang tutup tahun, tuntas sudah gerakan toror meneror. Mengawali tahun 2017, mengawali bangsa ini hidup penuh damai sejahtera dan berkeadilan.

Share on Google Plus

About fasya elsyahid