Geliat Perpusatakaan Jalanan di Subang



Hampir dua tahun berlalu, vacuman dalam geliat dunia literasi. Kini tidak ada lagi kesibukan, wara-wiri di akhir pekan, diam berada ditengah keramaian gedung dan halaman Wisma Karya, Subang, Jawa Barat.
Dulu, setiap sabtu dan minggu siang, sudah sibuk gelar dan majang puluhan buku bacaan. Meski tidak tertata rapi, buku-buku dipajang tidur tergeletak, ujungnya ditumpuk dengan buku lain, namun cover dan judulnya masih nampak terlihat.

Hampir satu tahun kegiatan itu berlangsung. Ngelapak buku terhenti, dan kini memilih membuka perpustakaan. Buku-buku kini berjajar rapi di raknya, namun sayang masih jarah tersentuh, seperti biasa masih jarang yang mau datang ke perpustakaan.

Ya, memang, sih, saya belum optimal dalam menggebyarkan kegiatan di perpustakaan, masih menunggu moment dan tempat yang lebih representative sebagai taman baca, dan kegiatan keliterasian.

Lapak Buku di Alun-alun Subang, Ahad (4/6)
Eh, kemarin, Minggu (3/6) sore, tanpa sengaja saat melintas ruas jalan Masjid Agung, Subang, saya melihat sekelompok orang tengah memajang buku di emperan pendopo Alun-alun Subang. Tanpa banyak diskusi, saya bersama istri langsung meluncur mendekat ke TKP. Dan benar saja, banyak buku tersusun rapi dengan alas, spanduk warna hitam.

Tertulis dalam selembar karton hitam “Baca Gratis” nampak buku-buku yang dipajangnya belum begitu banyak, dan tapi menurut saya ini terbilang lumayan, dibanding dulu, saat saya memulai ngelapak buku, bersama rekan-rekan mahasiswa.

 
Perpustakaan Jalanan Subang
Sekedar bertanya-tanya, saya pun berkenalan dengan salah satu penggiat perpus jalanan ini, ia tengah duduk menunggu pembaca. Namanya Rizki, masih nampak muda, dan bugar. Ternyata, dia sehari-hari berprofesi sebagai pemadam kebakaran di kabupaten Subang.

Kegiatan lapak buku ini, ia gagas bersama rekan-rekan pemuda subang lainnya. Aktifitasnya ini sudah lumayan lama bergerak, sekitar 6 bulan. Tidak hanya sekedar memajang buku, waktu-waktu menunggu biasanya digunakan untuk diskusi atau bedah buku. Berbagi ilmu dan pengetahuan dengan teman yang lain.

Saya bisa merasakan bagaimana semangat dan cita yang menggebu menggelora dalam hatinya, menggebyarkan giat literasi dan membaca untuk masyarakat Subang, khususnya yang tengah berada di Alun-alun Subang.

Sebetulnya, sebelum berjumpa dengan perpustakaan jalanan subang di alun-alun, saya pernah mendapat kabar dan informasi tentang komunitas yang sama Perpustakaan Jalanan Subang, tapi di daerah Pantura, Pamanukan. 

Foto Bareng Penggiat Perpustakaan Jalanan Subang, Ahad (4/6)
Dan menurut saya, ini adalah kabar baik, kini sudah mulai menggeliat gerakan literasi yang dipelopori oleh komunitas anak muda. 

Berusaha mendekatkan buku kepada pembacanya. Meski terkadang, sering merasa bingung, saat lapak buku tidak ada yang mengunjungi. Tapi, saya sangat merasakan semangat yang terpatri pada mereka, niat mulia membumikan buku untuk masyarakat.

Berharap, semoga saya, kamu dan yang lainnya, bisa ikut serta dalam gerakan ini, Subang yang memiliki banyak komunitas buku dan taman baca.

Kini, Aku pun Terpacu Kembali.



Share on Google Plus

About fasya elsyahid